Ludruk

08/01/2013

0 Comments

 
Picture
Ludruk merupakan kesenian teater rakyat Jawa Timur yang berasal dari kalangan rakyat jelata. Di Surabaya, kesenian Ludruk masih tetap bertahan meski hanya dipentaskan oleh beberapa puluh pemain saja. Harga tiket menonton Ludruk sebenarnya cukup murah, tetapi jumlah penontonnya semakin lama semakin berkurang, rata-rata 10-15 orang saja pada setiap pementasan. Mendapatkan penghasilan yang rendah membuat para pemain mau tidak mau harus memiliki pekerjaan sampingan.

Hingga saat ini Ludruk bisa bertahan karena lakon-lakon yang dipentaskan sangat aktual dan akrab dengan budaya setempat, seperti berupa legenda, dongeng, kisah sejarah, dan cerita kehidupan sehari-hari yang menggunakan bahasa yang sangat komunikatif, dan tentu saja selalu disertai lawakan yang sangat menghibur.

Pemain Ludruk harus jago berimprovisasi karena setiap pementasan tidak menggunakan naskah. Penampilan mereka biasanya diiringi musik gamelan dan tembang khas jula-juli. Kostum yang dipakai pun menggambarkan kehidupan rakyat sehari-hari. Bahasa pengantarnya bisa berupa bahasa Jawa atau Madura dan dikemas dengan format yang sangat sederhana biar terasa akrab dengan penonton.

Secara umum, struktur pementasan Ludruk terdiri dari: pembukaan yang diisi dengan atraksi tari ngrema, atraksi bedayan yang berupa penampilan beberapa travesti yang berjoget ringan sambil melantunkan kidungan jula-juli, adegan lawak atau dagelan, dan penyajian lakon atau cerita yang merupakan inti dari pementasan.

Pementasan Ludruk biasanya dibagi menjadi beberapa babak dan setiap babak juga dibagi lagi menjadi beberapa adegan. Di selah-selah bagian ini biasanya diisi selingan yang berupa tampilan seorang travesti dengan menyajikan satu tembang jula-juli.
 


Comments




Leave a Reply

    Ke Halaman :

    Pertunjukan

    Kerajinan